Kamis, 02 Desember 2010

SISTEM RESPIRASI MIKROBIOLOGI


SISTEM RESPIRASI
RESPIRASI EKSTERNAL
O2 à alat respirasi à proses oksidasi à tubuh hewan àalat respirasi à CO2
RESPIRASI SELULER
Respirasi Anaerob à ATP dihasilkan tanpa oksigen dan ATP yang dihasilkan tidak banyak
Respirasi Aerob à ATP yang dihasilkan dengan oksigen dan ATP yang dihasilkan 36-38 molekul
Pengaturan respirasi prosesnya diatur oleh saraf secara kimawi menjaga keseimbangan kadar oksigen dan kadar karbondioksida dalam tubuh
Alasan dilakukannya pengaturan respirasi adalah Kekurangan oksigen maupun kelebihan CO2 dalam darah/cairan tubuh akan mengganggu proses fisiologis secara keseluruhan ,Ventilasi paru-paru tergantung dari kebutuhan metabolisme individu, bila metabolisme meningkat dimana kebutuhkan oksigen meningkat, maka aktivitas pernafasan pun akan meningkat pula.
ORGAN RESPIRASI
Organ respirasi hewan akuatik
  •  Kulit
  •  Insang
Insang luar (pada larva Katak)
Insang dalam (pada Ikan air tawar)
Organ respirasi hewan terestial
1· Paru-paru buku
2· Trakhea
3· Paru-paru alveoler
4· Paruparu sempurna
TRANSPOR ZAT DALAM SISTEM RESPIRASI
1· Transpor O2 dalam darah diikat oleh pigmen respirasi dan terlarut dalam plasma darah
2· Transpor CO2 menimbulkan gangguan fisiologis penting, CO2 sangat mudah berikatan dengan air membentuk asam karbonat yang memiliki kekuatan untuk menciptakan kondisi asam. terjadi di dalam cairan jaringan/ruang ekstrasel, plasma, maupun di dalam sel darah merah, berlangsung sangat cepat (disebut reaksi cepat) karena di dalamnya terdapat enzim karbonat anhidrase yang berperan sebagai katalis.
Fungsi lain sistem respirasi menjaga keseimbangan elektrik dalam darah serta mengatur perpindahan ion Cl- ke arah tertentu (ke dalam atau ke luar sel), sebagai imbangan bagi kepindahan ion HCO3- ke arah yang berlawanan dengan arah yang ditempuh ion Cl-
UNTUNG DAN RUGI HEWAN HIDUP DI LINGKUNGAN AKUATIK DAN TERESTRIAL

1. Hewan akuatik mengeluarkan energi lebih banyak daripada hewan terestrial untuk mendapatkan oksigen
2. Hewan yang bernafas di udara harus mengeluarkan energi tambahan untuk melawan gaya gravitasi
3. Hewan yang bernafas di udara lebih mudah memperoleh oksigen daripada hewan akuatik
4. Hewan akuatik mudah dan tidak bermasalah membuang CO2 ke lingkungannya

KASUS RESPIRASI
Kasus respirasi terjadi apabila tekanan CO2 yang tinggi yang nantinya dapat menimbulkan salah satu gangguan pada system pernapasan yang disebut dengan asma.

Kamis, 11 November 2010

MIKROBIOLOGI


1.        PENGERTIAN MIKROBIOLOGI DAN MIKROBA

Salah satu cabang biologi yang menelaah mengenai organisme hidup berukuran mikroskopis yang meliputi: Virus, bakteri, archaea, protozoa, algae, fungi. Beberapa mikroba (algae dan, karena teknik yang sama (isolasi, sterilisasi, dan penumbuhan pada media artifisial) digunakan untuk mempelajarinya.
Ruang Lingkup Mikrobiologi
Mikrobiologi  adalah  salah satu  cabang  ilmu  dari  biologi yang mempelajari mikroba yang memerlukan  ilmu  pendukung  seperti: kimia,  fisika,  dan biokimia. Orientasi Taksonomi meliputi: virologi, bakteriologi, mikologi, fikologi, protozoologi, Mikrobiologi Pertanian, Mikrobiologi Industri, Eksomikrobiologi, Mikrobiologi Geokimia.
Pengertian Mikroba
Mikroba adalah jasad  hidup  yang  ukurannya  kecil atau mikroba atau mikroorganisme atau jasad  renik.
Penggolongan Mikroba diantara jasad hidup,  secara  klasik  jasad  hidup  digolongkan menjadi dunia tumbuhan ( plantae) dan binatang ( animalia). Menurut  teori  evolusi,  setiap  jasad  akan  berkembang menuju  ke  sifat  plantae atau  animalia. Ciri Umum Mikroba: Mikroba  di  alam  secara  umum  berperanan  sebagai  produsen,  konsumen, maupun  redusen. Jasad  Produsen yaitu menghasilkan  bahan  organik  dari  bahan  anorganik dengan energi sinar matahari. Mikroba yang berperanan sebagai produsen adalah algae dan bakteri  fotosintetik. Jasad Konsumen yaitu menggunakan bahan organik yang dihasilkan oleh  produsen.  Contoh: protozoa. Jasad  redusen yaitu menguraikan bahan organik dan  sisa-sisa  jasad hidup  yang mati menjadi unsur-unsur kimia  (mineralisasi  bahan  organik),  sehingga  di  alam  terjadi  siklus  unsur-unsur  kimia. Contoh: bakteri dan jamur (fungi).
Menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad, yaitu:
  1. Prokariota  (jasad  prokariotik/primitif),  yaitu  jasad  yang  perkembangan  selnya belum sempurna
  2. Eukariota  (jasad  eukariotik),  yaitu  jasad  yang  perkembangan  selnya  telah sempurna

2.    SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI
Penemuan Animalculus
Leeuwenhoek (1633-1723), awal  terungkap mikroba sekaligus penemuan mikroskop. Sangat sederhana dengan satu  lensa  jarak  fokus  yang  sangat  pendek  perbesarannya antara 50-300 kali.
Teori dan Pendapat
Teori  Abiogenesis yaitu  animalculus  timbul dengan  sendirinya dari bahan-bahan  mati.
Teori Biogenesis yaitu Animalculus terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara, untuk mempertahankan pendapat penganut  teori membuktikan  dengan  berbagai percobaan diantaranya Francisco Redi, Lazarro apalanzani, Louis Pasteur.  Pasteurisasi adalah  cara  untuk  mematikan  beberapa  jenis  mikroba  tertentu  dengan menggunakan uap air panas, suhunya kurang  lebih 62oC. Sterilisasi adalah cara untuk mematikan  mikroba  dengan  pemanasan  dan  tekanan  tinggi.
Postulat Koch, dalam bentuk umum adalah sebagai berikut:
  1. Suatu  mikroba  yang  diduga  sebagai  penyebab  penyakit  harus  ada  pada  setiap tingkatan penyakit
  1. Mikroba  tersebut  dapat  diisolasi  dari  jasad  sakit  dan  ditumbuhkan  dalam  bentuk biakan murni
  2. Apabila biakan murni  tersebut disuntikkan pada hewan yang sehat dan peka, dapat menimbulkan penyakit yang sama
  3. Mikrobia dapat diisolasi kembali dari jasad yang telah dijadikan sakit tersebut
3.    STRUKTUR DAN FUNGSI SEL MIKROBA
Inti Sel
  1. Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran yang terdiri atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers)
  2. DNA pada inti tersebar dalam suatu struktur yang disebut kromosom
  3. Pembelahan inti dari satu menjadi dua anak inti dikenal sebagai mitosis
Membran Sel Prokariotik
  1. Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil, sedangkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob
  2. Stabilitas membran sel disebabkan oleh kekuatan hidrofobik antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antara ujung-ujung hidrofilik
  3. Pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada permukaannya
Dinding sel adalah bakteri bersifat agak elastis dan tidak bersifat permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah.
Flagel merupakan salah satu alat gerak bakteri yang letaknya dapat polar, bipolar, peritrik, maupun politrik.

Kamis, 28 Oktober 2010

FISIOLOGI HEWAN

FISIOLOGI HEWAN
Fisiologi hewan adalah Ilmu pengetahuan yang membahas dan mengkaji mengenai mekanisme kerja fungsi kehidupan dan segala sesuatu yang dilakukan hewan dengan berbagai gejala yang ada pada sistem hidup, serta pengaturan atas segala fungsi dalam sistem hidup.
Hewan menjalankan kehidupan dipengaruhi oleh aktivitas si hewan tersebut dan juga lingkungannya, faktor tersebut memepngaruhi lingkungan internal tubuh hewan apabila berubah hewan harus mempertahankan diri atau beradaptasi sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Syarat penting untuk melakukan kehidupan dilingkungan eksternal maka harus bisa mempertahankan stabilitasnya lingkungan internalnya. Ada beberapa faktor internal yang harus dijaga stabilitasnya oleh hewan antara lain:
1. Keasaman atau pH
2. Kadar garam
3. Kandungan air tubuh
4. Suhu tubuh
5. Kandungan nutrien
Hewan menyesuaikan diri (baradaptasi) adalah proses timbulnya perubahan dalam tubuh hewan yang membuat hewan dapat bertahan ketika lingkungan eksternal berubah ada dua jenis dari adaptasi antara lain:
1. Aklimasi : perubahan adaptif yang terjadi pada hewan dalam kondisi yang terkendali, biasanya hanya satu atau dua faktor lingkungan yang berubah
2. Aklimatisasi : reaksi keseluruhan yang terjadi setelah perubahan-perubahan yang kompleks dari lingkungan eksternal, yang disebabkan banyak faktor sekaligus
Respon Hewan Terhadap Lingkungan
Lingkungan Luar atau Eksternal dapat dibedakan menjadi dua yaitu:
1. Lingkungan Akuatik (perairan) terbagi lagi menjadi 3, air tawar, air laut, dan air payau. Karena hampir 70% permukaan bumi ditutupi oleh air.
2. Lingkungan terrestrial (daratan)
Faktor-faktor yang berpengaruh dilingkungan akuatik yaitu: tekanan hidrostatik, kandungan zat terlarut, dan suhu.
- Tekanan Hidrostatik adalah tekanan yang ditimbulkan oleh kedalaman air. semakin tinggi kedalaman air semakin tinggi tekanan hidrostatiknya, semakin jarang ditemukan kehidupan maka berpengaruh terhadap aktivitas kehidupan sel, antara lain metabolisme, struktur,dan reproduksi sel.
Peningkatan tekanan hidrostatik hingga batas tertentu ternyata dapat juga diadaptasi oleh hewan tertentu yang dinamakan HEWAN BAROTOLERAN. Hewan Barotoleran adalah hewan yang mampu hidup, berkembang, dan bereproduksi pada tekanan hidrostatik relatif tinggi (memiliki enzim yang tetap aktif pada tekanan tinggi dan memiliki susunan membran dengan ikatan khusus). Karena mampu hidup pada kandungan nutrisi yang terbatas.
Sebagian besar penyusun hewan adalah air karena air akan mempengaruhi kehidupan hewan. Apabila kadar air cukup maka reaksi metabolik lancar dan produksi maupun reproduksi juga berjalan optimal. Sebaliknya apabila kandungan air kurang maka reaksi metabolic tertekan, dan produksi maupun reproduksi terhambat. Hewan yang dapat hidup di akuatik ada 2 yaitu:
1. Hewan Osmofilik:
hewan yang tumbuh optimal pada lingkungan dengan tingkat ketersediaan air yang tinggi
(lebih dari 0,95).
2. Hewan Osmotoleran:
hewan yang mampu hidup dan berkembang biak pada lingkungan dengan tingkat ketersediaan air yang relatif rendah.

lingkungan air payau
kadar garamnya sangat bervariasi krena air tawar dari sungai mengencerkan air laut hingga jarak tertentu. Ketika air laut sedang pasang maka kadar garamnya turun karena pasokan air dari sungai meningkat. Dan ketika air laut sedang surut maka kadar garam meningkat kaarena pasokan air dari sungai menurun.
Kandungan air payau memiliki nilai fisiologisnya: Sebagai pembatas dalam penyebaran hewan, dan Sebagai pembeda hewan laut dengan hewan air tawar.

SUHU
Faktor lingkungan akuatik yang memiliki nilai fisiologis penting untuk mendukung kehidupan hewan. Suhu di dalam air tidak banyak mengalami perubahan. Maka menguntungkan bagi hewan yang hidup di lingkungan akuatik. Yaitu HEWAN POIKILOTERM: hewan yang suhu tubuhnya berubah-ubah akibat perubahan suhu lingkungan.

LINGKUNGAN TERESTRIAL
Terrestrial yaitu tempat hidup hewan yang berupa daratan. Ada beberrapa faktor lingkungan luar yang berpengaruh besar terhadap aktivitas kehidupan hewan. Diantaranya ada keuntungannya dan kekurangannya:
keuntungan :
ketersediaan oksigen
yang melimpah


ancaman:
RADIASI : kondisi tubuh yang kekurangan cairan akibat tubuh hewan kehilangan air dalam jumlah besar sehingga jumlah air dalam tubuh lebih sedikit daripada yang seharusnya.
DEHIDRASI: Perpindahan panas yang terjadi antara dua benda tanpa ada kontak langsung di antara keduanya.

KOMPONEN SISTEM UMPAN BALIK
1. Sistem Umpan Balik Negatif : perubahan suatu variabel yang dilawan oleh tanggapan yang cenderung mengembalikan perubahan tersebut ke keadaan semula. Contohnya Pada mamalia, suhu tubuh normal ialah 37oC, apabila suhu tubuh naik, bekerjanya sistem umpan balik negatif yang akan membawa tubuh ke suhu yang normal
2. Sistem umpan balik positif : perubahan suatu variabel akan menghasilkan perubahan yang semakin besar. Contohnya adalah pada proses pembekuan darah bekerja melalui mekanisme umpan balik positif, yang bertujuan untuk menghentikan perdarahan dan hasil dari proses tersebut selanjutnya bermakna sangat penting untuk mempertahankan volume darah agar tetap konstan

SEL

Adalah unit terkecil dari mahluk hidup atau organism, ada sel tunggal dan ada sel multiseluler (banyak).
Sel tunggal fungsi kehidpannya dilakukan oleh satu sel,sedangkan sel multiseluler dilakukannya oleh kerjasama atau multiselular.
Sel eukariotik memiliki nucleus, sitoplasma,organel-organel yang bentuk dan fungsi terspesilisasi antaranya: lososom, ribosom, apparatus golgi, motokondria, reptikulum endoplasmik, sentriol, sitoskeleton.

INTI (NUKLEUS)
Sebagian besar adalah beerupa DNA-DNA dan diorganisasikan datambahkan protein, maka akan menjadi kromatin, kemudian menggulung tebal dan akan menjadi kromosom. Kromosom (gen) berfungsi sebagai sintesis RNA yang mengatur karakteristik dari protein yang diperlukan untuk berbagai aktifitas enzimatik.
RIBOSOM
Ribosom adalah sentesis atau prakitan dari nucleolus, ribosom terbagi dua ada ribosom bebas, adalah protein yang dihasilkan berfungsi didalam sitosol. Dan ibosom terikat diletakan pada reptikulum endoplasmik, hasilnya berupa protein yang masuk kedalam membrane kemudian terjadi pembungkusan organel atau dikirim keluar sel.

REPTIKULUM ENDOPLASMIK
Terbagi menjadi dua ada reptikulum andoplasmik kasar dan reptikulum endoplasmik halus. Cirinya reptikulum halus tidak memiliki ribosom yang berfungsi sintesis lipid (termasuk fosfolipid dan steroid) metabolisme karbohidrat dan menawarkan obat dan racun. Sedangakn Reptikulum kasar mempunyai ribosom yangmenonjol di permukaan sitoplasmik membran yang berperan penting dalam sintesis protein.
APARATUS GOLGO
mempunyai fungsi memodifikasi unit glikoprotein dari karbohidrat dan sebagai bagian yang menyortir dan mengarahkan protein sesuai dengan tempatnya secara tepat
MEMBRAN PLASMA
berfungsi sebagai rintangan selektif, tempat pembuatan enzim dan berperan dalam metabolism sel, bahan utamanya lipid dan protein.
KOMPOSISI KIMIA SEL
sifat-sifat dasar sel antara lain:
1. Oksigen akan terikat pada karbohidrat, lemak atau protein pada setiap sel untuk melepaskan energi
2. Mekanisme umum merubah makanan menjadi energi
3. Setiap sel melepaskan hasil akhir reaksinya ke cairan disekitarnya
4. Hampir semua sel mempunyai kemampuan mengadakan reproduksi dan jika sel tertentu mengalami kerusakan maka sel sejenis yang lain akan beregenerasi.

KOMPOSISI KIMIA SEL

Antara lain Air, elektrolit, lemak, protein, karbohirat.
1. Air
Medium cairan utama dari sel adalah air, yang terdapat dalam konsentrasi 70-85%. Banyak bahan-bahan kimia sel larut dalam air, sedang yang lain terdapat dalam bentuk suspensi atau membranous.
2. Elektrolit
Elektrolit terpenting dari sel adalah Kalium, Magnesium, Fosfat, Bikarbonat, Natrium, Klorida dan Kalsium. Elekrolit menyediakan bahan inorganik untuk reaksi seluler dan terlibat dalam mekanisme kontrol sel
3. Protein
Memegang peranan penting pada hampir semua proses fisiologis dan dapat diringkaskan sebagai berikut :
Proses enzimatik, Proses transport dan penyimpanan
Proses pergerakan, Fungsi mekanik, Proses imunologis
Pencetus dan penghantar impuls pada sel saraf, dan
Mengatur proses pertumbuhan dan regenerasi

SIFAT FISIK DAN KIMIA SEL

Diantaranya kapasitas panas, panas penguapan, viskositas, dan kondisi molekul.
1. Kapasitas panas
Kapasitas panas ialah banyaknya panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram air setinggi 1o C. Kapasitas panas air relatif tinggi berarti untuk menaikkan suhu air setinggi 1o C diperlukan panas atau kalor dari lingkungan dalam jumlah relatif besar. Sebaliknya, jika suhu air turun sebesar 1o C, panas/kalor dalam jumlah relatif besar akan dilepaskan. Menyebabkan air sulit mengalami perubahan suhu dan sangat penting untuk menjaga kestabilan suhu lingkungan akuatik dan tubuh hewan (sebagian besar terdiri atas air)
2. Panas penguapan
Panas penguapan adalah jumlah panas/energi yang diperlukan untuk mengubah cairan menjadi gas pada suhu yang sama. Hewan untuk menurunkan suhu tubuh melalui penguapan atau dengan mekanisme berkeringat. Pada saat beraktivitas, suhu tubuh meningkat dan keringat keluar dan membasahi kulit. Panas tubuh yang berlebihan akan diserap oleh keringat. Semakin lama menempel di kulit, keringat semakin banyak menyerap panas dari tubuh, hingga akhirnya menguap. Selanjutnya, suhu tubuh kembali ke keadaan semula
3. Viskositas
Viskositas dapat diartikan sebagai kekentalan. Karena viskositas air relatif rendah, maka air mudah mengalir ke seluruh bagian ruang antarsel di dalam tubuh hewan. Kandungan air yang cukup tinggi dalam darah/cairan tubuh hewan menyebabkan aliran darah berlangsung lancar.
4. Kondisi molekul
Air mempunyai kutub elektro positif dan elektro negatif sehingga disebut molekul dwipolar atau bipolar. Keadaan dwipolar pada molekul air memberi peluang terjadinya tarik-menarik antarsesamanya, yaitu antara kutub elektro positif dari suatu molekul air dan kutub negatif dari molekul air yang lain. Hal ini menyebabkan terbentuknya suatu ikatan kimia yang dinamakan ikatan hidrogen. Kemampuan antara dua molekul zat yang sejenis untuk saling berikatan disebut daya kohesi. Karena sangat mudah berikatan, air mempunyai daya kohesi tinggi

BAHAN PENYUSUN MEMBRAN
1. Lemak
Membran sel komposisi lemaknya 42% dan bervariasi pada berbagai sel. Terdapat tiga jenis lemak yang terdapat pada membran sel yaitu fosfolipid, kolesterol dan glikolipid. Pada membran sel fosfolipid membentuk dua lapisan (lipid bilayer) dimana lapisan hidrofilik terletak pada bagian luar (berhadapan dengan cairan ekstrasel) dan bagian dalam sel (berhadapan dengan sitoplasma), sementara bagian hidrofobik terletak antara kedua lapisan hidrofilik ini. Kemampuan fosfolipid untuk membentuk membran disebabkan oleh struktur molekulernya. Keberadaan molekul/senyawa amfipatik tersebut memungkinkan terbentuknya susunan lipid lapis ganda pada membran (lipid bilayer)
2. Protein
Protein pada membran sel terbagi atas protein integral dan protein perifer. Sebagian besar protein integral membentuk channel pada membran atau membentuk pompa sebagai tempat lewatnya ion-ion. Sementara protein perifer biasanya hanya terikat dengan protein integral atau dengan bagian hidrofilik membran, dan umumnya protein perifer ini membentuk enzim
3. Karbohidrat
Ada dua macam karbohidrat pada membran, yaitu kompleks polisakarida yang merupakan hasil sekresi sel dan karbohidrat yang berikatan secara kovalen dengan membran. Ikatan kovalen antara karbohidrat dan lipid membentuk struktur glikolipid, sedangkan ikatan kovalen karbohidrat dengan protein membentuk struktur glikoprotein. Glikolipid dan glikoprotein secara bersamaan membentuk struktur glikokalik pada membran sel. Karbohidrat berfungsi meningkatkan hidrofilisitas lemak dan protein, mempertahankan stabilitas membran oleh adanya struktur yang disebut glikokaliks. Glikokaliks akan berinteraksi dengan glikokaliks sel lain sehingga berfungsi melekatkan satu sel dengan sel yang lainnya

SIFAT MOLEKUL PENYUSUN MEMBRAN
1. Antara molekul lipid penyusun membran maupun antara lipid dan protein tidak disatukan oleh ikatan kovalen.
2. Lapisan ganda lipid membran bersifat cair (fluid atau mudah mengalir) sehingga mudah bergerak dengan arah horizontal, vertikal, atau gerak berputar di tempatnya (rotasi).
3. Keadaan protein pada membran dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Penyebaran protein tidak merata (membentuk mosaik)
b. Protein integral/intrinsik yang bersifat hidrofob terbenam di tengah lapisan ganda lipid.
c. Protein perifer/ekstrinsik bersifat hidrofilik, akibat adanya gaya tarik elektrostatik dari kepala polar pada lapisan lipid.
d. Protein dapat bergerak bebas (geraknya dibatasi oleh gaya tarik-menarik di antara molekul protein.
4. Karbohidrat pada membran dapat berupa oligosakarida atau polisakarida.
a. Oligosakarida yang berkaitan dengan lipid membran membentuk glikolipid.
b. Polisakarida yang berkaitan dengan protein membran membentuk glikoprotein.
5. Struktur membran distabilkan oleh adanya kolesterol pada membran.

BEBERAPA MACAM CARA TRANSPOR ZAT MELALUI MEMBRAN
1. Transfor ion chanel
2. Transfor aktif terbagi lagi menjadi 3:
a. Transpor Aktif Primer
b. Transpor Aktif Sekunder : Transpor Sekunder co-transpor, Transpor Sekunder counter-transpor.
c. Fagositosis dan Pinositosis
1. Transpor Ion Channel
Khusus bagi ion-ion yang sulit ditranspor secara difusi akibat muatan listriknya. Ion channel ini mempunyai sifat yang sangat selektif dan terbukanya channel tersebut akibat potensial listrik sepanjang membran sel dan melalui ikatan channel dengan hormon atau neurotransmitter
2. Transpor Aktif
a. Transpor aktif primer
Transpor aktif primer memakai energi langsung dari ATP, misalnya pada pompa ion Na-K dan Ca. Pada pompa Na-K, tiga ion Na akan dipompa keluar sel sedang dua ion K akan dipompa kedalam sel. Pada pompa Ca, ion Ca akan dipompa keluar sel agar konsentrasi ion Ca dalam sel rendah
b. Transpor aktif sekunder
1. Transpor sekunder co-transpor
Glukosa atau asam amino akan ditranspor masuk dalam sel mengikuti masuknya Natrium. Natrium yang masuk akibat perbedaan konsentrasi mengikut sertakan glukosa atau asam amino ke dalam sel, meskipun asam amino atau glukosa di dalam sel konsentrasinya lebih tinggi dari luar sel, tetapi asam amino atau glukosa ini memakai energi dari ion Na (akibat perbedaan konsentrasi Na). Sehingga glukosa atau asam amino ditranspor secara transpor aktif sekunder co-transpor
2. Transpor sekunder counter-transpor
Masuknya ion Na ke dalam sel akan menyebabkan bahan lain ditranspor keluar. Misalnya pada Na-Ca exchange dan Na-H exchange. Pada Na-Ca exchange, tiga ion Na akan ditranspor kedalam sel, untuk setiap satu ion Ca yang ditranspor keluar sel, hal ini untuk menjaga kadar ion Ca intrasel, sebagai contoh pada kontraksi otot jantung. Na-H exchange terutama berperan mengatur konsentrasi ion Na dan Hidrogen dalam tubulus proksimal ginjal, sehingga turut mengatur pH dalam sel
c. Fagositosis dan Pinositosis
Untuk partikel-partikel besar, misalnya bakteri melalui ditranspor mekanisme fagositosis (eksositosis, endositosis) dan pinositosis
Pinositosis disebut juga drinking cell, sebab yang ditranspor adalah molekul yang mengandung cairan ekstrasel. Molekul tadi ditelan seluruhnya dan terbentuk dalam vesikel pinositik. Mekanisme ini sama dengan proses fagositosis, hanya saja molekul pada fagositosis lebih padat misalnya bakteri atau bagian sel yang rusak
contoh kejadian transpor zat melalui membran
transpor zat melalui membran antara lain:
1. Osmosis adalah perpindahan air atau zat pelarut dari larutan yang lebih encer ke larutan yang lebih pekat. Sebagai contoh, jika ada dua macam larutan, misalnya larutan NaCl 5% dan 10%, maka perpindahan air dari larutan NaCl 5% ke larutan NaCl 10% merupakan proses osmosis
2. Difusi ialah perpindahan molekul/partikel zat terlarut dari larutan yang lebih pekat ke larutan yang lebih encer, apabila di antara NaCl 5% dan 10% dalam contoh di atas terdapat membran pembatas yang bersifat permeabel terhadap NaCl, NaCl dapat menembus membran tersebut dan berpindah dari larutan NaCl 10% ke larutan NaCl 5% hingga terjadi kesetimbangan. Perpindahan NaCl tersebut dinamakan difusi.
3. Cara difusi yang dipermudah dengan dibantu protein pembawa (karier = pengemban) yang terdapat pada membran, selanjutnya zat yang akan ditranspor harus dapat berikatan dengan protein karier pada membran, kemudian membentuk kompleks substrat-protein yang dapat larut dalam lapisan lipid membran.
Contoh: gula yang diangkut dari lumen usus ke sel epitel usus. Gula merupakan molekul yang dapat larut dalam air sehingga seharusnya dapat menembus membran sel melalui pori-pori membran sel. Akan tetapi, ukuran molekul gula lebih besar daripada ukuran pori pada membran sehingga molekul gula sulit melewati membran sel tersebut. Untuk dapat melewati membran, molekul gula memerlukan bantuan molekul protein pembawa yang bersifat khusus
FISIOLOGI SARAF
Polarisasi
Apabila sel saraf dalam keadaan istirahat karena polar tidak menjalankan rangsang dan muatan yang lebih negatif berada disisi dalam membran, sedangkan yg positif berada disisi luar membran. Dan kedua muatan membran sel saraf tersebut impermeabel terhdap ion natrium, dan permeabel terhadap ion kalium.

potensial istirahat
Besarnya potensial membran yang diukur saat sel dalam keadaan istirahat, besarnya bervariasi, tergantung pada jenis selnya dan hal ini menunjukkan keadaan elektrolis antara sisi dalam membran dengan sisi luar membran. perbedaan potensial tersebut disebabkan oleh adanya distribusi ion natriun dan kalium yang tidak seimbang di antara kedua sisi membran sel saraf.
Depolarisasi
Rangsang masuk ke membran sel saraf terjadi perubahan elektrokimia fisiologi antaranya permeable (Na) dan Impermeabel (Ka). Ion Na berdifusi dan Ka ditahan. Perubahan nya yang didalam bermuatan (+) dan yang diluar (-). Lalu sel mengalami Depolarisasi, maka terjadilah perubahan impuls yaitu gejala perubahan elektrokimia khas yang terjadi pada membran yang dirangsang, dan POTENSIAL AKSI yaitu potensial membran yang diukur pada saat sel terdepolarisasi.
PENJALARAN IMPULS
Penjalaran impuls : peristiwa penjalaran potensial aksi di sepanjang akson yang terjadi secara konduksi dan lambat. Kecuali akson bermielin, impuls menyebar dengan sangat cepat, karena bagian akson yang bermielin tidak dapat ditembus ion, ion hanya keluar dan masuk aksoplasma pada bagian simpul Ranvier yang tidak dilapisi selubung mielin
PERIODE REFRAKTER
• Periode refrakter absolut ialah jangka waktu tertentu saat sel saraf benar-benar tidak dapat menanggapi rangsang yang diberikan untuk kedua kalinya, apapun jenis rangsangnya dan berapa pun kekuatan rangsang yang diberikan. Periode ini biasanya berlangsung pada awal repolarisasi
• Periode refrakter relatif ialah jangka waktu pada akhir repolarisasi, yang mana sel saraf kemungkinan sudah dapat kembali menanggapi rangsang, asalkan rangsang yang diberikan lebih kuat daripada rangsang sebelumnya atau jenis rangsangnya berbeda
Perpindahan Impuls Melintasi Sinaps
Impuls masuk ke sel akson dan ada juga yang masuk ke sel lainnya, kemudian impuls melintasi sinaps (tempat pertemuan antara akson dari suatu sel saraf dengan sel saraf lainnya atau dengan sel lain). Maka dari perpindahan impul tersebut akan muncul tranmisi sinaptik dan tranmisi sinaptik ini terbagi menjadi dua yaitu transmisi elektrik (pada sinaps elektrik), dan transmisi kimia (pada sinaps kimiawi).
Tranmisi elektrik
Penjalaran impuls dengan cara konduksi langsung pada sinaps yang memiliki celah sempit, sinaps yang bekerja dengan cara transmisi elektrik disebut sinaps elektrik, contohnya pada invertebrata (misalnya Artropoda dan Annelida) dan vertebrata (ikan).Pada ikan, sinaps elektrik berperan penting dalam proses melarikan diri.
Tranmisi kimiawi
Penjalaran impuls dengan bantuan neurotransmiter pada sinaps yang memiliki celah lebar, sinaps yang bekerja dengan cara transmisi kimia disebut sinaps kimia. Neurotransmiter diperlukan karena celah sinaps relatif lebar.
Organisasi Sistem Saraf
Saraf atau Neuron terbagi menjadi dua yaitu dendrit dan akson, dendrit sebagai reseptor, dan akson sebagai pembentuk sinaps dengan beberpa jenis sel faktor. Dengan adanya organisasi saraf tersebut maka hewan akan tanggap pada perubahan lingkungan dan mampu melaksanakan fungsi kehidupan.
Paramaecium
hewan dengan sejumlah besar cilia yang menutupi seluruh permukaan tubuhnya. Dan silianya dapat digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya bergerak dan memperoleh makanan
• Jala Saraf : ialah susunan organisasi saraf yang menyerupai jala. Jala saraf dapat ditemukan pada hewan karang dan ubur-ubur. Susunan saraf yang terdapat pada bagian atas tubuh ubur-ubur berfungsi untuk mengkoordinasikan gerakan, sedangkan jala saraf yang terdapat pada tentakel berfungsi sebagai reseptor sensoris
• Tali Saraf : adalah susunan organisasi sistem saraf yang berupa traktus atau kumpulan serabut saraf. Tali saraf pada umumnya terbentang di sepanjang tubuh. Jaringan saraf pada daerah kepala biasanya mengalami perkembangan lebih baik daripada bagian tubuh lainnya. Perkembangan jaringan saraf pada daerah kepala itu disebut sefalisasi
RANGSANG
Setiap organisme pastinya mengalami rangsangan baik dari dalam maupun dari luar. Alat sebagai penerima rangsang disebut reseptor dan yang tanggap efektor.
TANGGAP PERUBAHAN GERAK
Sel mengandung sitoskeleton yang berfungsi untuk bergerak kenapa bisa bergerak karena ada
aliran sitoplasmik

SISTEM RANGKA HEWAN
Rangka Hidrostatik : terdapat pada invertebrata yang bertubuh lunak, contoh: annelida. Fungsi:mirip dengan gerakan ameboid
Rangka luar : terdapat di luar tubuh contoh: moluska dan ArtropodaFungsi melindungi diri dan pelekatan otot
Rangka dalam : terdapat di dalam tubuh, contoh: vertebrata, pada invertebrata rangka mengandung berbagai garam kalsium dan fungsi sama dengan hewan lain






























FISIOLOGI RESEPTOR DAN EFEKTOR

Rangsang di bagi menjadi 2 yaitu:

• Rangsang dari dalam
• Rangsang dari luar
Alatnya :
• Reseptor : terima
• Efektor : tanggap

Reseptor → jenis –jenis rangsang :

 Kemoreseptor : rangsang suhu
 Mekanoreseptor : untuk menerima rangsang berupa tekanan,suara,gerakan.
 Fotoreseptor : rangsang cahaya
 Magnetoreseptor : rangsang medan magnet
 Elektroreseptor : rangsang listrik

Lokasi rangsang reseptor :

Fisiologi Endokrinologi

Merupakan cabang ilmu biologi yang membahas tentang Hormon dan aktivitasnya. Hormon yaitu “satu dari sistem komunikasi utama dalam tubuh meskipun kadarnya hanya dalam jumlah yang sangat kecil namun dapat menjalankan atau menghentikan proses-proses metabolik”.Hormon merupakan senyawa kimia,terdapat dalam darah dengan kadar yang sangat rendah,berfungsi untuk mengatur metabolisme jaringan dan disekresi oleh sel khusus.

Hormon dalam kehidupan berperan sebagai: Perkembangan,Pertumbuhan,Peredaran
darah,Denyut Jantung (Semua aktivitasnya bekerjasama dengan sistem saraf),Osmoregulasi,Pergantian kulit,Reproduksi,Pengeluaran,Regenerasi,Komposisi darah.
• Komponen Penyusun Organ Endokrin:Sel Neurosekretori & Sel Endokrin sejati
• Klasifikasi hormon berdasarkan struktuir kimia: Hormon protein, Hormon steroid, Hormon asam amino, zat kimia yang menyerupai hormone

Fisiologi Pencernaan

Bahan makanan masuk kedalam sistem pencernaan ,kemudian diserap dan digunakan pada tubuh hewan,Adapun cara memperoleh makanan berdasarkan kemampuan hewan di bagi dalam dua kelompok yaitu :
• Hewan Heterotrof → Kemampuannya untuk mensintesis senyawa organik sangat terbatas dan berusaha memenuhi semua kebutuhannya dari tumbuhan dan hewan lain
• Hewan Mesotrof → hewan yang dapat mensintesis sendiri berbagai senyawa organik esensial, namun masih memerlukan faktor pertumbuhan yang tidak dapat disintesis sendiri sehingga tetap memerlukan senyawa organik dari sumber lain.

Senin, 31 Mei 2010

laporan praktikum aves

BAB I
PENDAHULUAN

Meskipun burung berdarah panas, ia berkerabat dekat dengan reptil. Bersama kerabatnya terdekat, suku Crocodylidae alias keluarga buaya, burung membentuk kelompok hewan yang disebut Archosauria.
Diperkirakan burung berkembang dari sejenis reptil di masa lalu, yang memendek cakar depannya dan tumbuh bulu-bulu yang khusus di badannya. Pada awalnya, sayap primitif yang merupakan perkembangan dari cakar depan itu belum dapat digunakan untuk sungguh-sungguh terbang, dan hanya membantunya untuk bisa melayang dari suatu ketinggian ke tempat yang lebih rendah.
Burung masa kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan perkecualian pada beberapa jenis yang primitif. Bulu-bulunya, terutama di sayap, telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat dan bersusun rapat. Bulu-bulu ini juga bersusun demikian rupa sehingga mampu menolak air, dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap kuat menopang tubuh. Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat perlekatan otot-otot terbang yang kuat. Gigi-giginya menghilang, digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk.
Kesemuanya itu menjadikan burung menjadi lebih mudah dan lebih pandai terbang, dan mampu mengunjungi berbagai macam habitat di muka bumi. Ratusan jenis burung dapat ditemukan di hutan-hutan tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. Burung juga ditemukan di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub. Masing-masing jenis beradaptasi dengan lingkungan hidup dan makanan utamanya.
Maka dikenal berbagai jenis burung yang berbeda-beda warna dan bentuknya. Ada yang warnanya cerah cemerlang atau hitam legam, yang hijau daun, coklat gelap atau burik untuk menyamar, dan lain-lain. Ada yang memiliki paruh kuat untuk menyobek daging, mengerkah biji buah yang keras, runcing untuk menombak ikan, pipih untuk menyaring lumpur, lebar untuk menangkap serangga terbang, atau kecil panjang untuk mengisap nektar. Ada yang memiliki cakar tajam untuk mencengkeram mangsa, cakar pemanjat pohon, cakar penggali tanah dan serasah, cakar berselaput untuk berenang, cakar kuat untuk berlari dan merobek perut musuhnya.
Burung berkembang biak dengan bertelur. Telur burung mirip telur reptil, hanya cangkangnya lebih keras karena berkapur. Beberapa jenis burung seperti burung maleo dan burung gosong, menimbun telurnya di tanah pasir yang bercampur serasah, tanah pasir pantai yang panas, atau di dekat sumber air panas. Alih-alih mengerami, burung-burung ini membiarkan panas alami dari daun-daun membusuk, panas matahari, atau panas bumi menetaskan telur-telur itu; persis seperti yang dilakukan kebanyakan reptil.
Akan tetapi kebanyakan burung membuat sarang, dan menetaskan telurnya dengan mengeraminya di sarangnya itu. Sarang bisa dibuat secara sederhana dari tumpukan rumput, ranting, atau batu; atau sekedar kaisan di tanah berpasir agar sedikit melekuk, sehingga telur yang diletakkan tidak mudah terguling. Namun ada pula jenis-jenis burung yang membuat sarangnya secara rumit dan indah, atau unik, seperti jenis-jenis manyar alias tempua, rangkong, walet, dan namdur.
Anak-anak burung yang baru menetas umumnya masih lemah, sehingga harus dihangatkan dan disuapi makanan oleh induknya. Kecuali pada jenis-jenis burung gosong, di mana anak-anak burung itu hidup mandiri dalam mencari makanan dan perlindungan. Anak burung gosong bisa segera berlari beberapa waktu setelah menetas, bahkan ada pula yang sudah mampu terbang.
Jenis-jenis burung umumnya memiliki ritual berpasangan masing-masing. Ritual ini adalah proses untuk mencari dan memikat pasangan, biasanya dilakukan oleh burung jantan. Beberapa jenis tertentu, seperti burung merak dan cenderawasih, jantannya melakukan semacam tarian untuk memikat si betina. Sementara burung manyar jantan memikat pasangannya dengan memamerkan sarang setengah jadi yang dibuatnya. Bila si betina berkenan, sarang itu akan dilanjutkan pembuatannya oleh burung jantan hingga sempurna; akan tetapi bila betinanya tidak berkenan, sarang itu akan dibuang atau ditinggalkannya.
Burung telah memberikan manfaat luar biasa dalam kehidupan manusia. Beberapa jenis burung, seperti ayam, kalkun, angsa dan bebek telah didomestikasi sejak lama dan merupakan sumber protein yang penting; daging maupun telurnya.
Di samping itu, orang juga memelihara burung untuk kesenangan dan perlombaan. Contohnya adalah burung-burung merpati, perkutut, murai batu dan lain-lain. Burung-burung elang kerap dipelihara pula untuk gengsi, gagah-gagahan, dan untuk olahraga berburu. Banyak jenis burung telah semakin langka di alam, karena diburu manusia untuk kepentingan perdagangan tersebut. Selain itu populasi burung juga terus menyusut karena rusaknya habitat burung akibat kegiatan manusia. Oleh sebab itu beberapa banyak jenis burung kini telah dilindungi, baik oleh peraturan internasional maupun oleh peraturan Indonesia. Beberapa suaka alam dan taman nasional juga dibangun untuk melindungi burung-burung tersebut di Indonesia.
Yang menyenangkan, beberapa tahun belakangan ini telah tumbuh kegiatan pengamatan burung (birdwatching) di kalangan pemuda dan pelajar. Kegiatan yang menumbuhkan kekaguman dan kecintaan pada jenis-jenis burung yang terbang bebas di alam ini, sekaligus merintis kecakapan meneliti alam terutama kehidupan burung di kalangan generasi muda tersebut.














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A. Sistem Pernafasan (Respirasi) Pada Aves
Sistem pernapasan pada hewan menyusui dan burung bekerja dengan cara yang sepenuhnya berbeda, terutama karena burung membutuhkan oksigen dalam jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan yang dibutuhkan hewan menyusui. Sebagai contoh, burung tertentu bisa memerlukan dua puluh kali jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Karenanya, paru-paru hewan menyusui tidak dapat menyediakan oksigen dalam jumlah yang dibutuhkan burung. Itulah mengapa paru-paru burung diciptakan dengan rancangan yang jauh berbeda.
Pada hewan menyusui, aliran udara adalah dua arah: udara melalui jaringan saluran-saluran, dan berhenti di kantung-kantung udara yang kecil. Pertukaran oksigen-karbon dioksida terjadi di sini. Udara yang sudah digunakan mengalir dalam arah berlawanan meninggalkan paru-paru dan dilepaskan melalui tenggorokan.
Sebaliknya, pada burung, aliran udara cuma satu arah. Udara baru datang pada ujung yang satu, dan udara yang telah digunakan keluar melalui lubang lainnya. Hal ini memberikan persediaan oksigen yang terus-menerus bagi burung, yang memenuhi kebutuhannya akan tingkat energi yang tinggi. Michael Denton, seorang ahli biokimia Australia serta kritikus Darwinisme yang terkenal menjelaskan paru-paru unggas sebagai berikut:
Dalam hal burung, bronkhus (cabang batang tenggorokan yang menuju paru-paru) utama terbelah menjadi tabung-tabung yang sangat kecil yang tersebar pada jaringan paru-paru. Bagian yang disebut parabronkhus ini akhirnya bergabung kembali, membentuk sebuah sistem peredaran sesungguhnya sehingga udara mengalir dalam satu arah melalui paru-paru. Meskipun kantung-kantung udara juga terbentuk pada kelompok reptil tertentu, bentuk paru-paru burung dan keseluruhan fungsi sistem pernapasannya sangat berbeda. Tidak ada paru-paru pada jenis hewan bertulang belakang lain yang dikenal, yang mendekati sistem pada unggas dalam hal apa pun. Bahkan, sistem ini mirip hingga seluk-beluk khususnya pada semua burung.
Aves bernafas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong udara (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan sayap.
Kantong udara terdapat pada :
• Pangkal leher (servikal)
• Ruang dada bagian depan (toraks anterior)
• Antar tulang selangka (korakoid)
• Ruang dada bagian belakang (toraks posterior)
• Rongga perut (saccus abdominalis)
• Ketiak (saccus axillaris)
Fungsi kantong udara :
• Membantu pernafasan terutama saat terbang
• Menyimpan cadangan udara (oksigen)
• Memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang
• Mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak
Paru-Paru Khusus Pada Burung Burung mempunyai bentuk tubuh yang jauh berbeda dengan binatang yang dianggap sebagai nenek moyangnya, reptil. Paru-paru burung bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda dengan hewan menyusui. Hewan menyusui menghirup dan membuang udara melalui batang tenggorokan yang sama. Namun pada burung, udara masuk dan keluar melalui ujung yang berlawanan. "Rancangan" khusus semacam ini diciptakan untuk memberikan volume udara yang diperlukan saat terbang. Evolusi bentuk seperti ini dari reptil tidaklah mungkin.
Inspirasi : udara kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antara tulang rusuk (interkosta) berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak ke luar dan tulang dada membesar. Akibatnya teklanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar yang kaya oksigen akan masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke paru-paru dan sebagian besar menuju ke kantong udara sebagai cadangan udara.
Ekspirasi : otot interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi lebih besar dari pada tekanan udara luar. Ini menyebabkan udara dari paru-paru yang kaya karbondioksida ke luar.
Aliran udara searah dalam paru-paru burung didukung oleh suatu sistem kantung udara. Kantung-kantung ini mengumpulkan udara dan memompanya secara teratur ke dalam paru-paru. Dengan cara ini, selalu ada udara segar dalam paru-paru. Sistem pernafasan yang rumit seperti ini telah diciptakan untuk memenuhi kebutuhan burung akan jumlah oksigen yang tinggi.
Pernafasan burung saat terbang :
Saat terbang pergerakan aktif dari rongga dada tidak dapat dilakukan karena tulang dada dan tulang rusuk merupakan pangkal perlekatan otot yang berfungsi untuk terbang. Saat mengepakan sayap (sayap diangkat ke atas), kantong udara di antara tulang korakoid terjepit sehingga udara kaya oksigen pada bagian itu masuk ke paru-paru.
B. Sistem Pencernaan Pada Aves
Organ pencernaan pada burung terbagi atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Makanan burung bervariasi berupa biji-bijian, hewan kecil, dan buah-buahan.
Saluran pencernaan pada burung terdiri atas:
1. Paruh: merupakan modifikasi dari gigi,
2. Rongga mulut: terdiri atas rahang atas yang merupakan penghubung antara rongga mulut dan tanduk,
3. Faring: berupa saluran pendek, esofagus: pada burung terdapat pelebaran pada bagian ini disebut tembolok, berperan sebagai tempat penyimpanan makanan yang dapat diisi dengan cepat,
4. Lambung terdiri atas:
Proventrikulus (lambung kelenjar): banyak menghasilkan enzim pencernaan, dinding ototnya tipis.
Ventrikulus (lambung pengunyah/empedal): ototnya berdinding tebal. Pada burung pemakan biji-bijian terdapat kerikil dan pasir yang tertelan bersama makanan vang berguna untuk membantu pencernaan dan disebut sebagai " hen’s teeth”,
5. Intestinum: terdiri atas usus halus dan usus tebal yang bermuara pada kloaka.
Usus halus pada burung terdiri dari duodenum, jejunum dan ileum.
Kelenjar pencernaan burung meliputi: hati, kantung empedu, dan pankreas. Pada burung merpati tidak terdapat kantung empedu.
Terbang merupakan memerlukan sejumlah besar kekuatan. Karena itulah burung memiliki perbandingan jaringan otot terhadap massa tubuh yang terbesar daripada semua makhluk. Metabolisme tubuhnya juga sesuai dengan kekuatan otot yang tinggi. Rata-rata, metabolisme tubuh suatu makhluk berlipat dua kali sewaktu suhu tubuh meningkat sebesar 50°F (10°C). Suhu tubuh burung gereja yang sebesar 108°F (42°C) serta suhu tubuh burung murai (Turdus pilaris) setinggi 109,4°F (43,5°C) menunjukkan betapa cepat kerja metabolisme tubuh mereka. Suhu tubuh yang tinggi seperti itu, yang dapat membunuh makhluk darat, justru sangat penting bagi burung untuk bertahan hidup dengan meningkatkan penggunaan energi, dan, karena itu pula, kekuatannya.
Karena kebutuhan mereka akan banyak energi, burung juga mempunyai tubuh yang mencerna makanan yang mereka makan dalam cara yang optimal. Sistem pencernaan burung memungkinkan mereka memanfaatkan dengan cara terbaik makanan yang mereka makan. Misalnya, seekor bayi bangau menggunakan 2,2 lbs (1 kg) dari massa tubuhnya untuk setiap 6,6 lbs (3 kg) makanan. Pada hewan menyusui dengan pilihan makanan yang serupa, perbandingan ini adalah sekitar 2,2 lbs (1 kg) hingga 22 lbs (10 kg). Sistem peredaran burung juga telah diciptakan selaras dengan kebutuhan energi tinggi mereka. Jika jantung manusia berdetak 78 kali per menit, jumlah detakan adalah 460 untuk burung gereja dan 615 untuk burung murai. Begitu pula, peredaran darah pada burung pun sangat cepat. Oksigen yang memasok seluruh sistem yang bekerja cepat ini disediakan oleh paru-paru unggas khusus.
C. Sistem Reproduksi Pada Aves
Kelompok burung merupakan hewan ovipar. Walaupun kelompok burung tidak memiliki alat kelamin luar, fertilisasi tetap terjadi di dalam tubuh. Hal ini dilakukan dengan cara saling menempelkan kloaka.
1. Sistem Genitalia Jantan.
a. Testis berjumlah sepasang, berbentuk oval atau bulat, bagian permukannya licin, terletak di sebelah ventral lobus penis bagian paling kranial. Pada musim kawin ukurannya membesar. Di sinilah dibuat dan disimpan spermatozoa.
b. Saluran reproduksi. Tubulus mesonefrus membentuk duktus aferen dan epididimis. Duktus wolf bergelung dan membentuk duktus deferen. Pada burung-burung kecil, duktus deferen bagian distal yang sangat panjang membentuk sebuah gelendong yang disebut glomere. Dekat glomere bagian posterior dari duktus aferen berdilatasi membentuk duktus ampula yang bermuara di kloaka sebagai duktus ejakulatori.duktus eferen berhubungan dengan epididimis yang kecil kemudian menuju duktud deferen. Duktus deferen tidak ada hubungannya dengan ureter ketika masuk kloaka.
2. Sistem Genitalia Betina.
a. Ovarium. Selain pada burung elang, ovarium aves yang berkembang hanya yang kiri, dan terletak di bagian dorsal rongga abdomen.
b. Saluran reproduksi, oviduk yang berkembang hanya yang sebelah kiri, bentuknya panjang, bergulung, dilekatkan pada dinding tubuh oleh mesosilfing dan dibagi menjadi beberapa bagian; bagian anterior adalah infundibulumyang punya bagian terbuka yang mengarah ke rongga selom sebagai ostium yang dikelilingi oleh fimbre-fimbre. Di posteriornya adalah magnum yang akan mensekresikan albumin, selanjutnya istmus yang mensekresikan membrane sel telur dalam dan luar. Uterus atau shell gland untuk menghasilkan cangkang kapur.
3. Proses Festilisasi
Pada burung betina hanya ada satu ovarium, yaitu ovarium kiri. Ovarium kanan tidak tumbuh sempurna dan tetap kecil yang disebut rudimenter. Ovarium dilekati oleh suatu corong penerima ovum yang dilanjutkan oleh oviduk. Ujung oviduk membesar menjadi uterus yang bermuara pada kloaka. Pada burung jantan terdapat sepasang testis yang berhimpit dengan ureter dan bermuara di kloaka.
Fertilisasi akan berlangsung di daerah ujung oviduk pada saat sperma masuk ke dalam oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan bergerak mendekati kloaka. Saat perjalanan menuju kloaka di daerah oviduk, ovum yang telah dibuahi sperma akan dikelilingi oleh materi cangkang berupa zat kapur.
Telur dapat menetas apabila dierami oleh induknya. Suhu tubuh induk akan membantu pertumbuhan embrio menjadi anak burung. Anak burung menetas dengan memecah kulit telur dengan menggunakan paruhnya. Anak burung yang baru menetas masih tertutup matanya dan belum dapat mencari makan sendiri, serta perlu dibesarkan dalam sarang.
D. Sistem Peredaran Darah Pada Aves
Alat-alat transportasi pada burung merpati terdiri atas jantung dan pembuluh darah. Jantung terdiri atas empat ruang yaitu serambi kiri, serambi kanan, bilik kiri dan bilik kanan. Darah yang banyak mengandung oksigen yang berasal dari paru-paru tidak bercampur dengan darah yang banyak mengandung karbondioksida yang berasal dari seluruh tubuh. Peredaran darah burung merupakan peredaran darah ganda yang terdiri atas peredaran darah kecil dan peredaran darah besar.
E. Pengaturan Suhu Tubuh Pada Aves
Pengaturan suhu tubuh (termoregulasi), pengaturan cairan tubuh, dan ekskresi adalah elemen-elemen dari homeostasis. Dalam termoregulasi dikenal adanya hewan berdarah dingin (cold-blood animals) dan hewan berdarah panas (warm-blood animals). Namun, ahli-ahli Biologi lebih suka menggunakan istilah ektoterm dan endoterm yang berhubungan dengan sumber panas utama tubuh hewan. Ektoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari lingkungan (menyerap panas lingkungan). Suhu tubuh hewan ektoterm cenderung berfluktuasi, tergantung pada suhu lingkungan. Hewan dalam kelompok ini adalah anggota invertebrata, ikan, amphibia, dan reptilia. Sedangkan endoterm adalah hewan yang panas tubuhnya berasal dari hasil metabolisme. Suhu tubuh hewan ini lebih konstan. Endoterm umum dijumpai pada kelompok burung (Aves), dan mamalia.
Dalam pengaturan suhu tubuh, hewan harus mengatur panas yang diterima atau yang hilang ke lingkungan. Mekanisme perubahan panas tubuh hewan dapat terjadi dengan 4 proses, yaitu konduksi, konveksi, radiasi, dan evaporasi. Konduksi adalah perubahan panas tubuh hewan karena kontak dengan suatu benda. Konveksi adalah transfer panas akibat adanya gerakan udara atau cairan melalui permukaan tubuh. Radiasi adalah emisi dari energi elektromagnet. Radiasi dapat mentransfer panas antar obyek yang tidak kontak langsung. Sebagai contoh, radiasi sinar matahari. Evaporasi proses kehilangan panas dari permukaan cairan yang ditranformasikan dalam bentuk gas.
Hewan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap perubahan suhu lingkungan. Sebagai contoh, pada suhu dingin, mamalia dan burung akan meningkatkan laju metabolisme dengan perubahan hormon-hormon yang terlibat di dalamnya, sehingga meningkatkan produksi panas. Pada ektoterm (misal pada lebah madu), adaptasi terhadap suhu dingin dengan cara berkelompok dalam sarangnya. Hasil metabolisme lebah secara kelompok mampu menghasilkan panas di dalam sarangnya.
F. Marmot
Marmot adalah sejenis hewan pengerat dari famili Sciuridae (bajing) dengan genus Marmota. Marmot umumnya hidup di daerah pegunungan, seperti Alpen atau Pirenia di Eropa, Pegunungan Rocky atau Sierra Nevada di Amerika Serikat, dan Kanada bagian utara. Marmot umumnya membuat sarang di dalam tanah dan melakukan hibernasi selama musim dingin. Kebanyakan marmot tergolong hewan sosial; marmot berkomunikasi satu sama lain dengan siulan nyaring, terutama jika merasa ada bahaya.
Nama marmot berasal dari bahasa Latin mures monti ("tikus gunung"), dari bahasa Latin Klasik mures alpini ("tikus Alpen"). Hewan lain yang berukuran serupa tetapi lebih bersifat sosial, anjing prairi, tidak digolongkan dalam genus Marmota, tetapi dalam genus Cynomys. Sementara itu, dalam bahasa Indonesia, tikus belanda (guinea pig) sering disebut juga sebagai marmot, walaupun sebenarnya hewan pengerat tersebut berasal dari famili yang berbeda. Makanan utama marmot ialah tumbuh-tumbuhan, misalnya rumput-rumputan, buah beri, lumut kerak, lumut daun, akar-akaran, dan bunga.






BAB III
PROSEDUR DAN HASIL PENELITIAN
A. Data Pengamatan Burung Merpati

Kingdom : Anmalia
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Columbiformes
Famili : Columbidae
Genus : Columba
Spesies : Columba livia









1. Bentuk Luar
a. Paruh (maksila= paruh bagian atas, mandibula = paruh bagian bawah),

b. Mata memiliki iris, pupil, kelopak mata dan membrane niktitans ( selaput kejap )

c. Sayap memiliki alula, bulu sayap primer, sekunder dan tersier.
d. Lubang telinga berbulu dan terdapat penutup dari bulu.
e. Ekor , terdapat kelenjar minyak pada ekor, apabila di pijit ada minyakyang keluar.

f. Amati dan gambar stuktur bulu :
1. Bulu sayap (Remiges)
2. Bulu ekor (Rechices)
3. Bulu penutup (Tectrices)


4. Bulu kapas (plumulae) dan Bulu jarum (filoplumae)








g. Kaki (tarsometatarsus) : mempunyai kulit dengan sisik-sisik tanduk (seperti reptile) jarinya terdapat empat buah dan arahnya 3 kebelakang dan 1 kedepan.

h. Pterilae lubang bekas melekatnya bulu susunannya teratur dan disebut pterilae dan terdapat ordo carinatae. Tiap ordo mempunyai susunan yang sama.
i. Menentukan letak humerus,radius,ulna,caprpo-metakarpal dan jari I, jari II, dan jari III
.






2. Pembedahan
a. Pengamatan gelembung udara
b. Rongga mulut


c. Otot pektolaris minor (di bagian dalam) otot pektolaris mayor (di sebelah luar).

d. Situs viscerum ,Pengamatan tembolok, proventikulus, ventrikulus (gizzard =ampela), paru-paru, jantung, hati, usus halus, pancreas, limfa, usus besar, usus buntu, rectum, ginjal, ureter, ovarium, uterus dan kloaka.




















B. Data Pengamatan Marmot

Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Sub Filum : Vertebrata
Kelas : Mamalia
Ordo : Rodentia
Sub Ordo : Hystricomorpha
Famili : Caviidae
Genus : Cavia
Species : Cavia sp


1. Pengamatan Morfologi
a. Sekema tubuh marmot pada bagian kepala terdapat :
• Sepasang mata
• Sepasang telinga
• Lubang hidung
• Mulut terdapat :
• gigi seri atau insisivus
• gigi graham susu atau premolar
• gigi taring atau caninus
• gigi graham besar atau molat
• Lidah
• Langit-langit
• Koana

b. Sekema tubuh marmot pada bagian badan terdapat :
• Seluruh tubuh diselimuti rambut
• Memiliki duapasang kaki, pada kaki depan jarinya berjumlah 4 dan pada kaki belakang berjumlah 3
c. Pengamatan organ visceral dan bagian rongga perut terdapat :
• Diafragma yang memisahkan antara rongga perut dan rongga dada.
• Tulang rusuk yang berjumlah 13 yang terdiri dari 6 tulang sejati, 3 tulang palsu dan 4 tulang melayang
• Kerongkongan/esophagus
• Ventrikulus/lambung
• Pylorus
• Duodenum/usus duabelas jari
• Hepar berwarna coklat
• Fesica felea/kandung empedu, berwarna kebiruan
• Pancreas melekat pada lambung dan duodenum
• Jejunum
• Ileum
• Apendiks/usus batu
• Colon
• Rectum
• Anus
d. Pengamatan Sistem Urogenital terdapat :
• Sepasang ginjal yang berwarna merah tua dengan ureter yang akan bermuara pada fesica urinaria.
• Sepasang kelenjar kelamin jantan atau testes (pada marmot jantan)
• Sepasang ovarium yang berada dikiri dan kanan ginjal
• Organ asesoris
2. Gambar- gambar morfologi pada marmot
• Bagian kepala

Gambar bagian mulut

Gambar bagian gigi susu dan gigi seri
• Bagian Badan

Gambar bagian dada

Gambar tulang rusuk

Gambar diafragma

Gambar usus besar dan usus halus

Gambar ginjal

Gambar organ asesoris pada jantan

Gambar testes pada jantan

Gambar system pencernaan





















BAB IV
KESIMPULAN

Merpati adalah burung berbadan gempal dengan leher pendek dan paruh ramping pendek dengan cere berair. Spesies yang umumnya dikenal sebagai "merpati" adalah merpati karang liar, umum digunakan di banyak kota.
Merpati mebangun sangkarnya dari ranting dan sisa-sisa lainnya, yang ditempatkan di pepohonan, birai, atau tanah, tergantung spesiesnya. Mereka mengerami satu atau dua telur, dan kedua induknya sangat memedulikan anaknya, yang akan meninggalkan sangkarnya setelah 7 hingga 28 hari.
Marmot adalah sejenis hewan pengerat dari famili Sciuridae (bajing) dengan genus Marmota. Marmot umumnya membuat sarang di dalam tanah dan melakukan hibernasi selama musim dingin. Kebanyakan marmot tergolong hewan sosial; marmot berkomunikasi satu sama lain dengan siulan nyaring, terutama jika merasa ada bahaya.